Aku terdiam di kelas ini sendiri. Bingung bagaimana harus berjalan menuju dormitory. Aku juga tidak membawa handphone. Karena memang dilarang membawa handphone saat sedang training kecuali ketika di kamar. Aku tidak menangis. Aku cukup tegar untuk menghadapi hal sepele seperti ini. Apa lagi oknum yang sedang kuhadapi adalah Kyuhyun. Dia memang sudah terbiasa membuatku kesal. Tapi sampai kapan aku akan berdiam diri di sini? Sampai besok pagi kah? Jas kyuhyun masih kusampirkan di atas pahaku. Please aku mohon ada seseorang datang menyelamatkanku.
Tak lama kemudian kudengar langkah kaki mendekat.
“Minumlah. Ini teh hangat. Kamu pasti kedinginan banget ya?”
“Heh?”
Kyuhyun. Dia, kenapa dia datang lagi? Bahkan kali ini membawa secangkir teh hangat yang pasti di dapatkan dari mesin minuman yang ada hampir di tiap koridor gedung trainee ini. Wah, tidak kuduga dia sanggup bertindak manis seperti ini.









